06 Maret 2013

Menuju Juni

Share it Please
:Sri Al Hidayati


Setiap perjuangan selalu meminta darah dan limpah air mata, Al
Kita akan selalu menjadi manusia yang tepekur dalam
keluh yang riuh dan tubuh-tubuh yang rubuh karena jenuh
namun langit selalu milik kita
selama kitalah yang teguh mendoakan pagi
kembali lahir esok hari

Seperti kubilang, perempuan mampu meremuk matahari
maka kuletakkan tanganku di pundakmu supaya kau tahu
sedemikian lesap doaku buatmu

Juni akan ranggas seperti lembaran-lembaran waktu yang purba
Di sana tercatat bagaimana kesedihan kita menjelma semak belukar
memadat di jalan lengang
di antara gemuruh napas kita.

Juni akan menggigil seperti musim dingin
yang asing dan terpencil
Namun suara kita tetap mengepul di antara udara yang mengental.

Maka tersenyumlah,
Yakinkan aku bahwa kita pernah menggenggam bulan dan jagat raya
dengan apapun yang mampu kita upayakan.

Aku berterima kasih, Al
Kau memberiku kesadaran bahwa tangan kita
mampu melumat semua kegetiran
Pun ketidakberdayaan.

3 komentar:

Sri Al Hidayati mengatakan...

Terima kasih say.. dirimu penyair sejati.. :) love u full ^^b

Nurul Maria Sisilia mengatakan...

:)
sama-sama, Teh..

Tulisan Lusuh Sang Penjual Gorengan mengatakan...

haduh...
sebagai lelaki, sepertinya, memang ada kekuatan lain yang dimilik wanita yang tak ada di dalam diri pria...
salut, salut...
semoga, kehebatan kalian, akan terus berlanjut hingga ranah rumah tangga...
nice...

Unordered List