13 September 2013

Perpisahan

Kau meninggalkanku dengan rambut
Yang terbungkus kabut
Langkahmu kunangkunang
Diantara kegelapan yang mengepung malam
Aku pun melepasmu tanpa kepak elang
Tanpa lolongan anjing di kejauhan


(Acep Zamzam Noor, 2003)



------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Saat membaca sajak dan mendengarkan musikalisasinya, teman-teman akan merasakan perpisahan yang hening dan sunyi. Saya, pribadi, meyakini bahwa hidup itu penuh paradoks. Hal yang kosong sejatinya penuh, hal yang diam sejatinya gaduh. Oleh sebab itu, hening pun adalah riuh. Perpisahan yang hening dan sunyi --yang ditawarkan penyair ini-- sejatinya perpisahan yang paling memilukan. 
Silakan mengapresiasi!

0 komentar:

Mengenai Saya

Foto saya
Perkenalkan! Saya Nurul Maria Sisilia, seorang pengajar, penulis, dan pekerja sosial. Saya senang menulis hal menarik yang terjadi di kehidupan sehari-hari. Mari berdiskusi!

Terjemahkan (Translate)

Rekan

Diberdayakan oleh Blogger.