02 Januari 2011

Titip Salam untuk Angka Satu

Share it Please

Banyak hal yang terjadi lantas tak saya gumamkan. Oleh karena

nya, saya coba tuliskan. Bukan berarti saya bisu. saya hanya tak mahir bertutur panjang...

berikut adalah gumaman tersebut;




============

Tak ada resolusi berarti!

Sudah cukup.

Saya lebih tertarik memperbaharui resolusi tahun lalu dan menjadikannya lebih sempurna.

Begitu lebih baik.

Setiap kali berencana dan rencana itu gagal, terkadang saya lupa bagaimana ruh dari rencana tahun lalu itu tercipta.

Ruhnya hilang. Semangat resolusi tahun lalu menguap seperti bunyi petasan di udara. Meledak lalu lenyap.

Resolusi tahun ini akan sama dengan tahun sebelumnya dan mungkin tahun-tahun sebelumnya. Ah, ini konsistensi menurut saya. Silakan Anda berkata berbeda. Toh pada hakikatnya saya tak pernah menyatakan ini sebagai titah yang harus selalu lepas dari salah.


===========

Titip salam untuk angka satu di bulan ke satu, tahun dua-nol-satu-satu. Saya tidak akan mengucapakan selamat atas kedatangannya. Bukan apa-apa,saya hanya tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang harus saya sambut dengan hingar bingar.

Setiap kali angka satu di bulan kesatu, dan di tahun yang baru itu datang, sejatinya ia mempertemukan manusia pada batang usia yang tak lagi utuh.

Kita selalu merayakan berkurangnya umur kita tepat di angka satu itu.

Mari lebih bijak.


============

Ibu saya terganggu dengan letusan petasan yang berhamburan di angkasa. Buka karena ibu saya adalah wanita yang begitu idealis sehingga hal-hal berbau duniawi tidak terlalu ia suka. Meski ada pula alasan semacam itu, tapi sebenarnya bukan itu alasan intinya. Ibu saya memiliki sakit jantung. Ia bisa dengan mudah merasa kaget dan terganggu pada banyak keterkejutan.

Ya, di balik euforia yang membahana, sejatinya ada sisi yang tak terjamah dan menjadi begitu kontras. Begitu duka.

Semoga kita masih punya peka.


============


Catatan Malam Pergantian Tahun.

Tidak ada komentar:

Unordered List