01 Maret 2014

Berhenti Mengirimimu Sajak

sejak malam itu, aku telah memutuskan
tak lagi membuatkanmu sajak
yang legit seperti kopi mandailing
di kedai pinggir stasiun itu
sajak tentang rindu pada gerbong kereta
yang mengantarkan kita pulang
atau tentang hujan yang pelan-pelan mengekalkan
wangi tanah basah dalam ingatan kita
: telah raib ujudnya
sejak malam yang terisak itu sajak-sajaku yang kehilangan nyawa
memutuskan tak mau jadi apapun buat dirimu
sekadar kata
atau air mata, misalnya.

(2014)

0 komentar:

Mengenai Saya

Foto saya
Perkenalkan! Saya Nurul Maria Sisilia, seorang pengajar, penulis, dan pekerja sosial. Saya senang menulis hal menarik yang terjadi di kehidupan sehari-hari. Mari berdiskusi!

Terjemahkan (Translate)

Rekan

Diberdayakan oleh Blogger.