09 Maret 2014

di bangku taman

jangan-jangan sebenarnya kita belum bisa saling mengamini
masih merasa asing dengan masing-masing diri
masih merasa harus berpura-pura biar tampak sempurna
lalu di tengah dusta macam ini, duka kita jadi kian tak berupa
tak terjamah oleh sesiapa
kita akan sibuk menyeka air mata sendiri
lalu mereka-reka senyum biar tampak
baik-baik saja

kita masih jadi orang asing yang sama-sama duduk di bangku taman
yang bertemu dan bercakap seadanya, sepura-puranya
lalu pulang setelah senja sempurna tenggelam
lalu melanjutkan duka dalam tangis masing-masing
ah!

0 komentar:

Mengenai Saya

Foto saya
Perkenalkan! Saya Nurul Maria Sisilia, seorang pengajar, penulis, dan pekerja sosial. Saya senang menulis hal menarik yang terjadi di kehidupan sehari-hari. Mari berdiskusi!

Terjemahkan (Translate)

Rekan

Diberdayakan oleh Blogger.