30 Juli 2015

Ketika Pak Deddy "Jack" Mizwar Berkunjung ke Sekolah Kami Siang Ini

Share it Please
Hari ini (29/7) sekolah kami, Sekolah Rakyat Frekuensi, mendapat kunjungan dari Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar. Di balik foto ini, jauh di balik euforia yang tampak saya bagikan ini, kami tumpahkan aspirasi-aspirasi mengenai kualitas pendidikan di Jawa Barat terutama di daerah-daerah pelosok pada saat forum temu-dengar. Sebelum itu, siswa kami ternyata telah melakukan hal tersebut. Saat itu, tokoh nomor dua se-Jawa Barat tersebut melihat kelas-kelas sekolah kami. Ia bertanya pada siswa kelas VIII, "Kalian nyaman, ya, sekolah di sini?" anak-anak itu dengan lugu menjawab, "Panas, Pak!". Mendengar keluguan mereka, spontan saja para guru, pejabat pemerintahan, dan dinas pendidikan yang turut mendampingi Wagub itu terkekeh. Ya, jelas saja, ruang kelas VIII di sekolah ini beratapkan terpal dengan dinding dari spanduk-spanduk bekas. Maka tak salah jika hawa di kelas ini akan memanas jika siang tiba. "Kita bangun sekolah ini, ya!" pungkas lelaki yang siswa kami kenal sebagai "Bang Jack" itu begitu yakin. Siswa kami pun tersenyum dan mengangguk puas.

Pak Deddy Mizwar saat menengok ruang kelas VIII. Foto dari akun twitter Pak Wagub

Kami, guru dan siswa Sekolah Rakyat Frekuensi, berterimakasih atas kesediaan beliau mengunjungi sekolah kami. Tentu tak mudah mengundang beliau untuk hadir di acara serupa ini. Di tengah padatnya aktivitas beliau, rupanya beliau cukup tanggap dengan cuitan rekan kebanggaan kami, Agus Akmaludin, di Twitter. Atas hal itu, kami sangat bersyukur. Selebihnya, kami berharap kunjungan ini berbuah jejak yang membekas di sekolah kami. Ada sesuatu yang lebih manis dari tatap muka dan sedikit orasi yakni sebuah realisasi. Bismillah, mari sama-sama berdoa dan berupaya.

(Sebagian) guru-guru Sekolah Rakyat Frekuensi bersama Deddy Mizwar. Foto dari dokumentasi Pak Adi Putra

Kami sudah coba apa yang kami bisa. Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa..." ("Krawang-Bekasi", Chairil Anwar)


1 komentar:

Anonim mengatakan...

terasa sekali nuansa perjuangannya.

Unordered List