17 Februari 2010

Perbincangan


“Ah, jiwa

Mengapa kau renta terlalu muda?

rapuh dihembus bisik angin

roboh di belai ujar kemarin”

nampak tiada akan bisa (atau tak akan pernah bisa) ia berdiri dalam jatuhnya

atau sekedar tegar meski sebentar

terlalu muluk ia definisikan hidup

dengan kamus kebesaran tatanan perkiraan

sedang kata-kata yang terbaca tersusun terbata

berlomba-lomba dengan airmata batinnya

Ia telah lelah dengan bermacam kesimpulan

yang menggaung tanpa iba di kala senja

Hanya kata

Sedang mayapada sejatinya sajikan wacana

“Ah, jiwa

bagaimana esok kan kita jelang bersama

jika malam ini kita masih bercengkrama

perihal cara menerima suratan dunia?”

26 November 2009

2 komentar:

Lulus Sutopo mengatakan...

kunjungan pertama nich..
Ayo semangat tuk berposting,..
Sukses selalu

Nurul Marya El-sisiliy mengatakan...

waaah... terima kasih!

^^

Mengenai Saya

Foto saya
Perkenalkan! Saya Nurul Maria Sisilia, seorang pengajar, penulis, dan pekerja sosial. Saya senang menulis hal menarik yang terjadi di kehidupan sehari-hari. Mari berdiskusi!

Terjemahkan (Translate)

Rekan

Diberdayakan oleh Blogger.