24 Januari 2011

kata-katamu

Share it Please

kata-katamu itu punya nyawa. ia berpindah dari mulutmu ke telinga manusia lainnya.
masalahnya, kata-katamu punya rangkaian tak utuh dan bersayap.
manusia lain yang menangkap kata-katamu dalam bentuk ekor, hanya menyimpulkan berupa ekor.
mereka yang menangkap kata-katamu berupa paruh, menafsirkan kata-katamu serupa paruh. maka manusia-manusia mengartikan tak sama. berbeda.

tuan, jaga bicaramu.
jaga kata-katamu.
ia bisa terbang menjadi pedang dan menghunus jantungku. mengancam nyawaku.

9 komentar:

sangpemimpi mengatakan...

hatur nuhun teh, puisinya mengingatkan agar selalu menjaga lidah...
sangat bermanfaat :-)
kayanya teh Nurul spesialis puisi nih, he...

Nurul Marya El-sisiliy mengatakan...

hha, terinspirasi dari pemberitaan di media tentang keluhan sang presiden tentang gajinya yang tak kunjung naik. orang-orang menafsirkan negatif, padahal beliau berkata demikian hanya untuk pemberitahuan (katanya sih). ^o^a

sangpemimpi mengatakan...

betul teh, ide itu memang bisa dateng dari mana saja ya!
karena teh Nurul spesialis puisi, bikinin saya puisi ya! he...

Eriyanareza mengatakan...

Baru katanya. Katanya salah, katanya juga benar. jadi apa? haha.. tragis ya.

Nurul Marya El-sisiliy mengatakan...

@Eri
iya, Ri.. tragis benar, ya?
itulah mengapa kita mesti berhati-hati dengan kata-kata. ^^

Nurul Marya El-sisiliy mengatakan...

@niko
bikinin? tentang?? hhe,

sangpemimpi mengatakan...

simpel aja...
tentang saya...
seadanya dan sebisanya...
nanti balasannya, saya bikinin teh Nurul cerpen, salah-satu tokoh utamanya adalah Teh Nurul...
gimana, setuju?...
he...

Nurul Marya El-sisiliy mengatakan...

wah?? boleh tuh,,
agak fiksi boleh kan? atau diambil dari cerita (asli) niko?

sangpemimpi mengatakan...

terserah teh Nurul...
asyik, jadi ya!...
low dah beres puisinya, kasih tahu ya....
cerpen segera dibuat, he....

Unordered List