12 Februari 2012

Selayang Pandang Membaca

Share it Please
Apa itu membaca?




Ketika duduk di sekolah dasar, kita disuguhi dengan aneka aksara yang kita ucapkan dengan lantang. Ya, pada satt itu, kita sedang belajar membaca. mari menelusuri pengertian membaca melalui tulisann ini agar kita sama-sama mengerti batasan membaca.


Saat kita melakukan proses untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis, itulah membaca. Dalam hal ini, proses yang dilakukan menuntut agar kelompok kata yang merupakan suatu kesatuan akan terlihat dlm suatu pandangan sekilas, dan agar makna kata-kata secara individual knn dapat diketahui. Kalau hal ini tidak terpenuhi, maka pesan yang tersurat dan yang tersirat tidak akan tertangkap dan dipahami. Proses membaca itu tidak terlaksana dengan baik (Hoodggson 1960:44-43)


Dari segi linguistik, membaca merupakan suatu proses penyandian kembali dan pembacaan sandi (a recording and decoding process), berlainan dengan berbicara dan menulis yang justru melibatkan penyandian (encoding). Sebuah aspek pembacaan sandi (decoding) adalah menghubungkan kata-kata tulis (written word) dengan maknaa bahasa lisan (oral language meaning) yang mencakup pengubahan tulisan/cetakan menjadi bunyi yang bermakna (Anderson 1972: 209-210)






Untuk Apa Membaca?





Tujuan utama membaca adalah untuk mencari serta memperoleh informasi, mencakup isi, dan memhami makna bacaan. Makna, arti (meaning) erat sekali kaitannya dengan maksud atau tujuan kita membaca. Berikut ini dikemukakan beberapa hal yang penting;


  • Membaca untuk menemukan atu mengetahui penemuan-penemuan yang telah dilakukan oleh seorng tokoh. Membaca seperti ini disebut membaca untuk memperoleh perincian-perincian atau fakta-fakta (reading for details or facts)
  • Membaca untuk mengetahui masalah yang terdapat dalam sebuah cerita, hal menarik yang terdapat di dalamnya, karakteristik tokoh dalam cerita, dan mengapa hal-hal tersebut bisa menarik. Membaca seperti ini disebut membaca untuk memperoleh ide-ide utama (reading for main idea)
  • Membaca untuk menemukan apakah seorang tokoh berhasil atau hidup dengan ukuran-ukuran tertentu, apakah kita ingin berbuat seperti yang diperbuat oleh sang tokoh dalam cerita itu. Ini disebut membaca menilai, membaca mengevaluasi (reading to evaluate)
  • Membaca untuk menemukan bagimana caranya sang tokoh berubah, bagaimana hidupnya berbeda dari kehidupn yang kita kenal, bagaimana dua cerita mempunyai persamaan, bagaimana sang tokoh menyerupai pembaca. Ini disebut membaca untuk memperbandingkan atau mempertentangkan (reading to compare or contrast). (Anderson 1972 : 214)




Jenis Membaca?






Ditinjau dari segi terdengar atau tidaknya sesuatu yang dibacanya, membaca dapat dibedakan atas dua kelompok, yaitu: membaca nyaring dan membaca dalam hati.


Membaca Nyaring


Membaca nyaring adalah suatu kegiatan baca yang ditandai dengan keluarnya bunyi bacaan secara lengkap, dengan menggunakan intonasi baca yang baik, agar isi bacaan tersebut dapat didengar, dimengerti, dan dipahami. baik oleh si pembaca maupun oleh si pendengar (penyimak).

Jadi jelaslah bahwa membaca nyaring merupakan kegiatan pembaca bersama-sama dengan orang lain dalam menangkap makna sebuah bacaan (tulisan).

Pembaca nyaring yang baik haruslah memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
  1. Terampil menafsirkan lambang-lambang yang tertulis, sehingga cfapat menghidupkan makna dari tulisan yang dibacakannnya;
  2. Mempunyai kemampuan yang tinggi dalam mengerti dan memahami makna serta perasaan yang terkandung dalam tulisan yang dibacanya;
  3. Memiliki kecepatan pandang yang tinggi serta arah pandangan yang luas, karena dia harus melihat pada bahan bacaan dan memelihara kontak mata dengan orang lain yang bertindak sebagai si pendengar (penyimak);
  4. Mampu mengelompokkan kata-kata dengan baik dan tepat, supaya jelas maknanya bagi si pendengar (penyimak).


Membaca dalam Hati

Membaca dalam hati adalah suatu kegiatan baca yang ditandai dengan tidak terdengarnya bunyi atau ujaran dari si pembaca.

Membaca dalam hati merupakan suatu keterampilan membaca yang sebenarnya, yang meliputi keterampilan komunikasi tulisan, keterampilan mengubah wujud tulisan menjadi wujud makna, keterampilan menangkap pokok-pokok pikiran dari bahan bacaan dan keterampilan mengerti serta memahami segala yang tersirat dalam bahan bacaan.

Dengan kata lain, membaca dalam hati lebih ditujukan untuk menggali, mengerti, dan memahami makna atau arti, baik yang tersurat maupun yang tersirat dalam bacaan tersebut.

Ditinjau dari segi tujuan akhir dalam aktivitas membaca, membaca dapat dibedakan atas tiga kelompok, yaitu: membaca pemahaman, membaca kritis, dan membaca ide.


1. Pengertian Membaca Pemahaman

Membaca pemahaman adalah membaca bahan bacaan dengan menangkap pokok-pokok pikiran yang lebih tajam dan dalam, sehingga terasa ada kepuasan tersendiri setelah bahan bacaan itu selesai dibaca.

Tujuan akhir dari membaca pemahaman ini adalah terciptanya suatu pengertian dan pemahaman pada diri pembicara tentang segala sesuatu (informasi), baik yang tersurat maupun yang tersirat dalam bacaan tersebut.


2. Pengertian Membaca Kritis

Membaca kritis adalah suatu kegiatan membaca yang tidak terbatas hanya untuk mengerti dan memahami apa yang dikemukakan oleh penulis, melainkan sampai kepada pertanyaan mengapa hal itu dikemukakan, bagaimana hal itu bisa terjadi, serta akibat apa yang dapat ditimbulkannya. 

Jadi, membaca kritis merupakan kegiatan membaca yang dilakukan secara bijaksana, penuh tenggang rasa, mendalam, evaluatif, dan analitis.


3. Pengertian Membaca Ide
Membaca ide merupakan jenis kegiatan mera-aca yang bertujuan mencari, memperoleh, serta memanfaatkan ide-ide yang terdapat pada bacaan.
Pembaca ide akan dapat mencari, menemukan, erta mendapatkan keuntungan dari ide-ide yang terkandung dalam bahan bacaan, jika ia mampu dan benar-benar terampil menangkap ide-ide yang terkandung di dalam bahan bacaan tersebut.








(Disarikan dari: "Membaca sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa", Henry Guntur Tarigan)

Tidak ada komentar:

Unordered List