24 Januari 2014

Kangen FLP Jabar

Share it Please
Ini postingan yang tertunda karena ngantuk. hehe. harusnya saya posting jauh-jauh hari. Ini pun saya repost dari catatan saya di tempat lain. Tak apalah, ya :D
----------------------------------------------------------------------------------------~~
Malam ini, saya disergap kangen. Hal ini berawal dari tragedi "salah masuk kelas" di kelas menulis online Milad FLP. Memang, pemberitahuan di awal tidak rinci menyebutkan siapa saja yang boleh masuk di kelas itu. Berhubung saat itu banyak anggota FLP Jabar yang diundang ke kelas online, jadilah kami kira kelas tersebut memang diperuntukkan pula untuk Jabar. Ternyata, malam ini (selasa, 7/1) kelas dibuka untuk FLP di wilayah Sumatera. Walhasil, gerombolan siswa FLP Jabar yang salah masuk itu akhirnya nangkring saja di grup FLP Jabar. Di sanalah kami curhat. "Pantesan tatadi teu aya nu nyarios basa Sunda." ujar Kang Agus. Kelas untuk kami baru dibuka besok (Rabu, 8/1), ternyata. Yaa, Alhamdulillah… kesalahan kami masuk kelas mengakibatkan “bocornya” materi yang akan disampaikan besok. “Sprindik bocor, cuy!” Kang Hade girang. Dan seterusnya, dan seterusnya… Di tengah pembicaraan, Eika memulai perbincangan baru tentang momen silaturahmi wilayah (silwil) yang kami lalui di Kuningan sekira tahun 2012. 

image

Komentar-komentar di bawahnya mulai bercerita tentang kesan-kesan para peserta di silwil itu: tempat menginap yang ternyata bersebelahan dengan kuburan, andong yang tak bisa jalan karena membawa penumpang “overload”, dan nasi goreng “be my love” yang menggegerkan :D

image

Yup! Ingatan saya justru tertuju pada silwil di Pangandaran tahun 2011. Itu momen paling bodor yang saya lalui. Malam itu, di penginapan perempuan, teman saya kaget melihat laba-laba mejeng di langit-langit kamar. Teman-teman sekamar saya yang lain ikut kaget, ya…mereka takut si tuan laba-laba (lah saya? Saya mah bingung melihat teman-teman menjerit dan berlarian.hehe). Alhasil, satu penginapan gempar karena suara ribut dari kamar kami. Saya ingat, saat itu om Hendra Veejay datang menjadi tim pengusir laba-laba. Tapi, saat sampai di TKP dia malah meledek. “Euh, sugan teh sagede Tarantula, Gorila, Anaconda. Pek teh lancah sagede kitu! (maksudnya laba-laba yang, ya..sebenarnya aman-aman saja dan tidak membahayakan, tapi maklum orang takut atuh nya. Hehe)”

image
>>oh iya, nasi goreng "be my love" itu maksudnya nasi goreng yang di atasnya ada permen kiss dengan tulisan "be my love". dikirim dari rombongan pria yang entah siapa kepada entah siapa. pokoknya, tiba-tiba ada di pintu kamar rombongan perempuan. gerrr<<

Perbincangan itu sukses membuat saya kangen teman-teman FLP se-Jabar! Rasanya, timbul kesadaran bahwa kami dipersatukan dalam ikatan persaudaraan. Kami sedang belajar, berorganisasi, dan berjuang bersama. Tidak ada yang terpisah. FLP itu bukan di Bandung saja, melainkan di hampir 11 cabang di Jawa Barat, dunia tak selebar daun kelor. Ya, saya sendiri merasa mendapatkan kekuatan saat mengetahui saya punya teman-teman di Jabar. Teman-teman yang sedang sama-sama meneguhi kecintaannya pada dunia literasi, berkhidmat atas itu. Rasanya, akan timbul energi positif jika dalam suatu kesempatan kami semua bisa bertemu dan kembali menguatkan semangat macam itu (di kehidupan nyata tentu saja, bukan dunia dalam jaringan –baca: online).
“Kangen atuhlaah...kangen...“

image


Baiklah, kelas menulis cerpen online untuk FLP di Jawa Barat akan dimulai Rabu malam. Semoga kami tidak salah masuk kelas lagi. :p. Mari kita lihat apakah kelas itu akan riweuh mengingat karakter Sunda yang suka bercanda?
Di kelas itu, semua anggota se-Jabar berkumpul (dalam arti yang tidak sebenarnya, tentu saja). Semoga hal itu dapat, sedikitnya, mengobati rasa kangen. Sedikit? Tentu, penawar perasaan rindu itu pertemuan fisik. Bukan pertemuan akun FB. Hihi

image
Selamat malam!

*sebagian foto diambil dari grup FLP Jabar, hasil jepretan ciamik Kang Alit :3

Tidak ada komentar:

Unordered List