26 Februari 2014

Menitip Kamu

Share it Please
Aku menitipkan dirimu pada bulan yang berjaga malam ini
Barangkali ia lebih paham kantukmu
Juga lelah yang seharian itu kau bawa
Sebab aku tak bisa selalu jadi bayangmu,
Jadi tangan lembut yang mengelap peluhmu
Atau jadi kopi di ujung rehatmu
Jika hujan turun lebat di kotamu
Aku titipkan dirimu pada aroma basah tanah itu
Barangkali ia mengerti rindumu
Pada rumah yang lama tak kau jejak
Pada aku yang melulu menghitung musim berganti

Jadi esok yang entah datangnya
:semoga kau selamat

Tidak ada komentar:

Unordered List